Saturday, November 16, 2019

Bilangan Floating Point



Floating point adalah sebuah bilangan yang digunakan untuk menggambarkan sebuah nilai yang sangat besar atau sangat kecil. Bilangan tersebut dapat diwujudkan dalam notasi ilmiah, yaitu berupa angka pecahan desimal  dikalikan dengan angka 10 pangkat bilagnan tertentu. Bilangan seperti ini dapat direpresentasikan menjadi dua bagian, yaitu bagianmantisa dan bagian eksponen (E). Bagian mantisa menentukan digit dalam angka tersebut, sedangkan eksponen menentukan nilai berapa besar pangkat pada bagian mantisa tersebut (jarak dari titik posisi desimal). Contoh :
Misalkan terdapat sebuah bilangan 8934000000 maka bilangan ini dapat dituliskan dalam bentuk bilangan floating point. 8934E6 yang secara matematis artinya : 8934 x 10⁶
Bilangan yang mempunyai nilai pecahan (misalnya 3.2575) dapat direpresentasikan dengan dua format bilangan: fixed-point dan floating-point.
Bilangan pecahan fixed-point mempunyai jangkauan yang dibatasi oleh jumlah digit signifikan yang digunakan untuk merepresentasikan bilangan tersebut. Misalnya bilangan pecahan desimal sepuluh digit. Bilangan tersebut dinyatakan dengan fixed-point, yaitu satu digit untuk tanda, empat digit untuk angka utuh dan lima digit untuk angka pecahan. Jangkauan bilangan tersebut adalah 0 sampai 9999 untuk angka utuh dan 0.00001 sampai 0.99999 untuk angka pecahan, sehingga nilai bilangan yang mungkin adalah -9999.99999 sampai +9999.99999 dengan presisi 0.00001. 
Contoh bilangan tersebut yang valid adalah -9.00102 dan 100.99998. Bilangan ±10000 tidak bisa dinyatakan dengan sistem bilangan sepuluh digit ini. Sedangkan bilangan 0.000005 tidak memenuhi derajat presisi yang diinginkan, walaupun berada dalam jangkauan bilangan. Bilangan tersebut akan dibulatkan ke 0.00000 atau 0.00001, yang berarti ada selisih sebesar ±0.000005 dari nilai yang diinginkan.
Dalam aplikasi saintifik, mungkin akan terdapat bilangan yang sangat besar atau sangat kecil. Bilangan tersebut harus dapat direpresentasikan dengan tepat (presisi), yaitu menggunakan floating-point. Bilangan floating-point direpresentasikan dengan mantissa yang berisi digit signifikan dan eksponen dari radix R

Format: mantisa × Reksponen

Represensasi bilangan floating-point seringkali dinormalisasi terhadap radixnya, misalnya 1, 5 × 1044atau 1, 253 × 10 − 36Format bilangan floating-point biner telah distandarkan oleh IEEE 754-2008 (atau ISO/IEC/IEEE 60559:2011), yaitu meliputi format 16-bit (half), 32-bit (single-precision), 64-bit (double-precision), 80-bit (double-extended) dan 128-bit (quad-precision). Di blog ini hanya membahas tentang format dasar, yaitu 32-bit dan 64-bit.

Bilangan Floating-Point 32-bit (single-precision)

Bilangan floating-point 32-bit tersusun atas  



  • 1 bit tanda (S),
  • 8 bit eksponen (E), dan
  • 23 bit untuk mantisa (M)

Figure 0.1 Format bilangan floating-point 32-bit
Bit tanda (S) menyatakan bilangan positif jika S=0 dan negatif jika S=1.
Field eksponen adalah radix 2. Nilai eksponen bisa negatif atau positif untuk menyatakan bilangan yang sangat kecil atau sangat besar. Format eksponen yang digunakan adalah excess-127. Nilai 127 ditambahkan dari nilai eksponen sebenarnya (Exp), yaitu Exp = E − 127. Dengan excess-127, nilai E akan selalu positif dengan jangkauan 0 sampai 255.
Nilai ekstrem adalah untuk E=0 dan E=255
  •  E=0 menyatakan bilangan NOL (jika M = 0) dan subnormal (jika M ≠ 0)
  •   E=255 menyatakan bilangan TAK TERHINGGA (jika M = 0) dan NAN/not-a-number (jika M ≠ 0);
Nilai normal adalah 1 ≤ E ≤ 254 yang menunjukkan nilai eksponen sebenarnya dari -126 sampai 127
  •  Contoh: Emin(1) =  − 126, E(50) =  − 77 dan Emax(254) = 127;


Eksponen (E)
Mantissa=0
Mantissa ≠ 0
Persamaan
0
0, -0
subnormal
( − 1)S × 0.bit signifikan × 2 − 126
1-254
Nilai ternormalisasi
( − 1)S × 1.bit signifikan × 2E − 127
255
bukan bilangan (NAN=not-a-number)


Saat nilai mantissa (M) dinormalisasi, most significant bit (MSB) selalu 1. Namun, bit MSB ini tidak perlu disertakan secara eksplisit di field mantisa (Tabel diatas). Nilai mantissa yang sebenarnya adalah 1.M, sehingga nilai bilangan floating-pointnya menjadi:

Di bilangan subnormal, nilai mantissa sebenarnya adalah 0.M, sehingga bilangan floating-pointnya menjadi:

Dengan mantissa 23 bit ini ditambah 1 bit implisit, total presisi dari representasi floating-point 32-bit ini adalah 24 bit atau sekitar 7 digit desimal (yaitu 24 × log10(2) = 7,225). Dalam bahasa pemrograman, suatu bilangan single-precision ini dideklarasikan dengan tipe data float (C, C++, Java) atau single (Pascal, VB, MATLAB).

Contoh



Nyatakan format floating-point 32-bit dari bilangan A =  − 0.21875
Dari Contoh , nilai bilangan − A =  + 0.21875 adalah 0x3E600000. Dengan mengubah field S=1, maka bilangan A dinyatakan dengan 0xBE600000.


Figure 0.5 Bilangan negatif A =  − 0.21875 dinyatakan dengan 0xBE600000

Bilangan Floating-Point 64-bit (double-precision)

 

Bilangan floating-point 64-bit tersusun atas



  •    1 bit tanda (S),
  •    11 bit eksponen (E), dan  
  •    52 bit untuk mantisa (M)

    Figure 0.6 Format bilangan floating-point 64-bit
Seperti halnya dengan bilangan single-precission, bit tanda (S) menyatakan bilangan positif jika S=0 dan negatif jika S=1. Field eksponen adalah radix 2. Nilai eksponen bisa negatif atau positif untuk menyatakan bilangan yang sangat kecil atau sangat besar. Format eksponen yang digunakan adalah excess-1023. Nilai 1023 ditambahkan dari nilai eksponen sebenarnya (Exp), yaitu Exp = E − 1023. Dengan excess-1023, nilai E akan selalu positif dengan jangkauan 0 sampai 2047.
Nilai ekstrem adalah untuk E = 0 dan E = 2047
  • E=0 menyatakan bilangan NOL (jika M = 0) dan subnormal (jika M ≠ 0)
  • E=2047 menyatakan bilangan TAK TERHINGGA (jika M = 0) dan NAN/not-a-number (jika M ≠ 0);

    Nilai normal adalah 1 ≤ E ≤ 2046 yang menunjukkan nilai eksponen sebenarnya dari -1022 sampai 1023
    Contoh: Emin(1) =  − 1022, E(100) =  − 923 dan Emax(2046) = 1023

Eksponen (E)
Mantissa=0
Mantissa ≠ 0
Persamaan
0
0, -0
subnormal
( − 1)S × 0.bit signifikan × 2 − 1022
1-2046
Nilai ternormalisasi
( − 1)S × 1.bit signifikan × 2E − 1023
2047
bukan bilangan (NAN=not-a-number)


Nilai mantisa (M) dinormalisasi, yang berarti most significant bit (MSB) selalu 1. Bit MSB ini tidak perlu disertakan secara eksplisit di field mantisa. Nilai mantisa sebenarnya adalah 1.M, sehingga nilai bilangan floating-pointnya menjadi:

Dengan mantissa 52 bit ini ditambah 1 bit implisit, total presisi dari representasi floating-point 32-bit ini adalah 53 bit atau sekitar 16 digit desimal (yaitu 53 × log10(2) = 15.955). Dalam pemrograman, suatu bilangan double-precision ini dideklarasikan dengan tipe data double (C, C++, Java).

Contoh



Nyatakan format floating-point 32-bit dari bilangan A =  − 0.328125
Dari Contoh , nilai bilangan − A =  + 0.328125 adalah 0x3FD5000000000000. Dengan mengubah field S=1, maka bilangan A dinyatakan dengan 0xBFD5000000000000 

Figure 0.9 Bilangan negatif A =  − 0.328125 dinyatakan dengan 0x3FD5000000000000

Sumber : 


http://didik.blog.undip.ac.id/2012/06/01/bilangan-floating-point/


https://tugasnumpuk3.wordpress.com/2013/10/20/floating-point-arithmetic/







Thursday, November 14, 2019

Sistem Komputer 32 bit & 64 bit

1.Pengertian Sistem Operasi


Sistem Operasi adalah sebuah perangkat lunak atau software yang bertanggung jawab mengatur atau mengontrol kerja perangkat keras atau hardware dan menjalankan aplikasi atau software didalam suatu sistem komputer.
Dapat dikatakan bahwa sistem operasi merupakan sebuah sistem yang mengendalikan operasi dasar dan memastikan sistem dalam komputer dapat berjalan dengan semestinya.

A. Fungsi Sistem Operasi
Sistem Operasi memiliki fungsi yang vital dalam komputer. Berikut adalah beberapa fungsi dari Sistem Operasi :
  • Resource manager adalah pengelolaan sumber daya dan mengalokasikannya. Misalnya memori, cpu, disk drive dan perangkat lainnya.

  • Interface atau tatap muka, yaitu sebagai perantara antara pengguna dengan perangkat keras dengan menyediakan tampilan kepada pengguna yang leibh mudah dipahami dan bersahabat.

  • Coordinator, mengkoordinasi dan menyediakan fasilitas sehingga aktifitas yang kompleks dapat diatur dan proses secara berurutan.

  • Guardian, menyediakan akses kontrol dengan tugas melindungi file dan mengawasi data dan program

  • Gate Keeper, berfungsi mengendalikan hak akses pengguna dalam mengendalikan yang berhak masuk ke dalam sistem dan mengawasi apa saja yang dilakukannya.

  • Optimizer ialah sebagai penjadwal masukan (input) oleh user, pengaksesan basis data, proses komputasi dan penggunannya.

  • Accountant yang mana berfungsi mengatur waktu CPU, penggunaan memori, pemanggilan I/O, disk storage, dan waktu koneksi terminal.

Server berfungsi untuk melayani pengguna komputepengelolaan sumber daya dan mengalokasikannya. Misalnya memori, cpu, disk drive dan perangkat lainnya.
B. Bagian dalam Sistem Operasi

Sistem Operasi terdiri dari beberapa bagian umum, antara lain :
  • Mekanisme Boot, yakni meletakkan kernel ke dalam memory
  • Kernel adalah inti dari sebuah Sistem Operasi.
  • Command Interpreter atau shell, yang bertugas membaca input dari pengguna.
  • Pustaka-pustaka, yaitu yang menyediakan kumpulan fungsi dasar dan standar yang dapat dipanggil oleh apetlikasi lain.
  • Driver untuk berinteraksi dengan hardware eksternal, sekaligus untuk mengontrolnya.

2. Windows Bit


Bit adalah pengertian dari cara komputer dalam mengolah informasi yang dijelaskan dalam bentuk kode binary. Dimana serangkaian kode angka yang terdiri dari angka tersebut dihitung sebagai satuan bit per 1 digit. Sebagai contoh processor ukuran 32 bit dapat memproses sebesar 32 digit sekaligus dalam pemakaiannya.
Sedangkan pada sistem OS 64 bit harus memiliki CPU yang kuat untuk menjalankan windows versi ini. Pasalnya dalam pemakaian OS 64 bit maka membutuhkan RAM kapasitas besar. Sehingga OS 64 bit lebih efien daripada OS 32 bit. Processor 32 bit biasanya hanya mampu bekerja untuk mengolah data dengan maksimal kapasitas memori 4 GB dan dengan 1 DIIM memory kapasitas 2 GB.
Processor 64 bit memiliki kinerja yang lebih optimal dibandingkan 32 bit. Kapasitas maksimal memori hingga 17 GB dan dapat menangani segala pekerjaan 2 kali lipat daripada 32 bit. Biasanya penggunaan OS 64 bit ini adalah seorang desain grafis yang membuuhkan program grafis dengan ukuran yang besar. Seperti autocad, 3dmax, illustrator, dll.
Kelebihan dan Kekurangan OS Windows 32 Bit dan Windows 64 Bit

Sistem Operasi Windows 32 bit

Kelebihan :

  • Bisa menjalankan semua jenis aplikasi yang berbasis processor dibawahnya seperti basis 8 bit dan 16 bit.
  • Lebih kompatible
  • Dapat digunakan pada driver lama dengan ram kurang dari 4GB dan laptop/notebook versi lama.
  • Kinerja lebih optimal jika digunakan pada RAM kapasitas 2GB.

Kekurangan :

  • Tidak support menggunakan RAM diatas 4GB
  • Tidak support menjalankan program basis 64 bit atau lebih
  • Tidak support menjalankan aplikasi atau game dengan ukuran yang besar

Sistem Operasi Windows 64 bit

Kelebihan :

  • Proses pengolahan data lebih cepat dan efisien bahkan 2 kali lipat daripada 32 bit
  • Kinerja lebih optimal
  • Sangat support dan kompatible segala program basis 32 bit
  • Sangat support menjalankan program aplikasi dan game game berat.

Kekurangan :

Sayangnya penggunaan processor 64 bit tidak rekomendasi untuk pc versi lama. Agar kinerja lebih optimal penggunaan processor 64 bit harus memiliki spesifikasi pc yang tinggi.
Jadi kesimpulanya jika pc memakai RAM kapasitas 4GB atau kurang, maka gunakan OS 32 bit, dan sangat rekomendasi digunakan untuk notebook dan laptop yang memiliki 2 slot memory dengan kapasitas 2 GB saja. Sementara bagi anda yang membutuhkan komputer untuk diisi program program desain, editing atau game game berat maka gunakan OS 64 bit.
Selain cocok digunakan untuk perangkat desain grafis tapi processor 64 bit juga layak dijadikan untuk komputer gamer atau aktofitas lainnya yang membutuhkan performa hardware yang cukup besar. Bahkan aplikasi yang digunakan pada OS 32 bit dapat dijalankan pada processor 64 bit.
Sumber :